Kupang — Sabtu (1/11/2025), dalam upaya mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional di bidang ketahanan pangan dan gizi, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang turut ambil bagian dalam kegiatan pembekalan bagi para penjamah makanan MBG dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Mutiara Kupang ini diikuti oleh 1.827 peserta yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang. Para peserta merupakan penjamah makanan yang bertanggung jawab langsung terhadap penyediaan dan distribusi makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat program MBG.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan BBPOM di Kupang, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), dan BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penjamah makanan agar pangan yang disediakan melalui program MBG memenuhi standar keamanan, mutu, dan nilai gizi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam sambutannya, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III BGN, Ranto, menegaskan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada aspek keamanan pangan di lapangan. “Pangan yang aman, bergizi, dan bermutu bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi hak setiap warga negara. Penjamah makanan memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa setiap porsi yang diterima masyarakat benar-benar aman dan menyehatkan,” ujar Ranto.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal penting agar pelaksanaan MBG di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di NTT, berjalan sesuai standar keamanan pangan, mutu, gizi, dan kelestarian lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala PPG Regional Bali Nusra, Kepala dan Wakil Kepala Regional BGN NTT, serta Koordinator Wilayah dari kabupaten/kota se-NTT. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan program MBG tidak hanya berhasil secara kuantitas, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan pangan yang disajikan.
Salah satu narasumber utama, Yoseph Nahak Klau, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Kupang, menyampaikan materi berjudul “Kiat Menjaga Pangan Olahan Siap Saji (POSS) Aman.” Dalam paparannya, Yoseph menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip keamanan pangan dalam seluruh tahapan kegiatan MBG. “Setiap penjamah makanan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pangan yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi — mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian. Semua harus sesuai kaidah keamanan pangan,” ujar Yoseph.
Yoseph juga menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). “Pangan aman dan bergizi adalah dasar bagi SDM yang sehat dan produktif. Karena itu, disiplin dan kesadaran dalam menjaga kebersihan diri, peralatan, serta lingkungan pengolahan menjadi kunci sukses pelaksanaan program MBG,” tambahnya.
Dalam sesi selanjutnya, Yoseph menyoroti potensi risiko kontaminasi biologis, kimia, dan fisik yang sering muncul di lapangan serta langkah-langkah pencegahannya melalui penerapan sanitasi dan higiene yang baik. Ia menegaskan bahwa BBPOM di Kupang akan terus memperkuat edukasi, pembinaan, dan pengawasan terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG di NTT. “Balai Besar POM di Kupang berkomitmen mendukung pemerintah dalam memastikan seluruh makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis aman, bergizi, dan bermutu. Edukasi seperti ini adalah bentuk nyata upaya kami dalam perlindungan masyarakat,” tegasnya.
Selain BBPOM di Kupang, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi. Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup membahas aspek sanitasi dan higienitas pengolahan makanan, sedangkan PERSAGI dan BPJS Ketenagakerjaan memberikan materi mengenai nilai gizi dan perlindungan kerja bagi penjamah makanan.
Pendekatan lintas sektor ini memperkuat pesan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. “Keamanan pangan harus menjadi gerakan bersama. Kolaborasi antarsektor akan memastikan pangan yang beredar bukan hanya cukup secara jumlah, tetapi juga memenuhi aspek keamanan, gizi, dan persyaratan lingkungan hidup,” ujar Yoseph.
Kegiatan pelatihan ini juga diselingi dengan pre-test, kuis interaktif, dan diskusi panel, yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif peserta serta memperdalam pemahaman tentang penerapan prinsip higiene dan sanitasi dalam pekerjaan sehari-hari.
Pelatihan bagi penjamah makanan MBG ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukatif dan pembinaan berkelanjutan yang akan terus dilaksanakan oleh BBPOM di Kupang bersama mitra lintas sektor. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa keamanan dan gizi pangan adalah kunci utama keberhasilan program Makan Bergizi Gratis serta upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara BGN, BBPOM, pemerintah daerah, dan para pelaku lapangan, cita-cita mewujudkan pangan aman, bergizi, dan bermutu di Nusa Tenggara Timur diyakini dapat tercapai secara berkelanjutan.
Balai Besar POM di Kupang