Sinergi BBPOM Kupang dan DP3AP2KB NTT dalam Kampanye Jajanan Sehat di SD Katolik Don Bosko 3

31-07-2025 Kupang Dilihat 150 kali

Kupang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Kampanye Jajanan Sehat yang diselenggarakan pada Rabu (23/7/2025) di SD Katolik Don Bosko 3, Kota Kupang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi serta guru mengenai pentingnya memilih jajanan yang enak, bersih, sehat, dan aman dikonsumsi di lingkungan sekolah.

Sebanyak 60 siswa perwakilan dari kelas 4 hingga 6 mengikuti kampanye ini dengan antusiasme tinggi. Kegiatan berlangsung interaktif, edukatif, dan mendapat respons positif dari para peserta sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh France A. Tiran, S.S., Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam sambutannya, France menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BBPOM Kupang atas kolaborasi dan partisipasi aktif sebagai narasumber dalam kampanye tersebut.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari DP3AP2KB Provinsi NTT sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2025, dengan menghadirkan narasumber dari BBPOM Kupang dan internal DP3AP2KB sendiri.

Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda dari BBPOM Kupang, Rosa Endang Setiyaati, S.Farm., Apt., menyampaikan materi tentang Pengenalan Bahaya Keamanan Pangan dan mengajak siswa memahami prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Ia juga memutar video animasi edukatif berjudul “Akibat Salah Makan” sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Dalam salah satu penyampaiannya, Rosa menekankan, “Jika ada makanan atau jajanan yang bau, bentuk, warna, teksturnya telah berubah, maka jangan dikonsumsi.”

Sementara itu, France A. Tiran, S.S., turut memberikan edukasi terkait pentingnya Akta Kelahiran bagi anak serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Sesi diskusi berlangsung dinamis, di mana para siswa aktif menjawab pertanyaan dari narasumber. Peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan keluarga, serta menjadi contoh dalam menerapkan pola konsumsi jajanan yang aman dan sehat. Edukasi sejak dini seperti ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan jajanan sekolah yang aman secara berkelanjutan dan mendukung terbentuknya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

BBPOM Kupang

Sarana