Uitao – Senin (12/05/2025), sebanyak 50 tokoh agama dari 24 gereja di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, mengikuti kegiatan Sosialisasi Obat dan Makanan Aman yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Rehobot Kauan dan didukung penuh oleh Ketua Majelis Jemaat setempat, Pdt. Yudensi Balle Nahak, serta Ketua Majelis Klasis Semau, Pdt. Donny Banik.
Peserta kegiatan terdiri atas 25 laki-laki dan 25 perempuan, termasuk 12 orang pendeta, Majelis Jemaat, serta pengurus gereja lainnya. Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Klasis Semau, Pdt. Donny Banik, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif dari BBPOM.
“Sosialisasi ini sangat penting bagi para pemimpin gereja, karena kami juga bertanggung jawab memberi edukasi kepada jemaat, bukan hanya dalam hal rohani, tetapi juga dalam aspek kehidupan sehari-hari seperti kesehatan,” ujar Pdt. Donny dalam sambutannya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Frama El Lefiyana Pollo, Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Kupang. Dengan metode presentasi interaktif, Frama memaparkan berbagai materi penting, seperti mengenal obat dan obat bahan alam, suplemen kesehatan, kosmetika, serta pangan aman. Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi BPOM Mobile, yang membantu masyarakat memeriksa legalitas/izin edar produk secara mandiri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi TOGA SOPAN (Tokoh Agama Sadar Obat dan Pangan Aman), yang bertujuan menjadikan tokoh agama sebagai agen edukasi bagi masyarakat dalam memilih produk obat dan makanan yang aman dan bermutu.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab, yang dipenuhi dengan pertanyaan seputar legalitas produk jamu, kosmetik, hingga tata cara pengurusan izin edar. Peserta juga sangat aktif saat simulasi penggunaan aplikasi BPOM Mobile. Hasil post test menunjukkan hasil menggembirakan karena seluruh peserta berhasil mencapai nilai minimum yang ditetapkan.
“Kami berharap 50 tokoh agama ini dapat menjadi perpanjangan tangan BBPOM untuk menyebarkan informasi yang benar dan penting kepada jemaat di wilayah masing-masing,” ujar Frama di akhir sesi.
Melalui kegiatan ini, terjalin sinergi yang kuat antara lembaga pengawas dan komunitas keagamaan dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar, cerdas, dan kritis dalam memilih serta mengonsumsi produk obat dan makanan.
Balai Besar POM di Kupang