Sinergi KIE BBPOM Kupang dengan Mahasiswa KKN UGM dari Ujung Selatan Indonesia

26-07-2025 Kupang Dilihat 139 kali

Nembarala – Jumat (25/7/2025), suasana Desa Nembrala terasa berbeda. Di salah satu ruang kelas SD Inpres Anda Iko Nembrala, 8 mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) berkumpul dengan penuh semangat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Balai Besar POM di Kupang.

Bimtek ini merupakan bagian dari program Inovasi Sinergik, yakni sinergi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BBPOM Kupang dengan mahasiswa KKN. Tujuannya jelas: menjadikan mahasiswa sebagai ujung tombak edukasi keamanan pangan dan obat di masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar POM Kupang, Yoseph Nahak Klau, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan. “Kami berharap, setelah mengikuti bimtek ini, mahasiswa mampu menyampaikan informasi yang benar dan berdampak tentang keamanan pangan dan obat kepada warga di lokasi pengabdian,” ujarnya.

Kegiatan bimtek berlangsung interaktif. Narasumber dari BBPOM Kupang, Frama El Lefiyana Pollo, membuka materi dengan membahas berbagai potensi bahaya dalam pangan dan kosmetika yang sering tidak disadari masyarakat. Untuk mempermudah pemahaman, materi tidak hanya disajikan melalui presentasi, tapi juga dalam bentuk infografis yang bisa digunakan langsung mahasiswa saat melakukan sosialisasi.

Frama juga mengenalkan penggunaan aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi nomor izin edar produk, sekaligus mengajak mahasiswa aktif memanfaatkan media sosial resmi BBPOM sebagai sumber informasi terpercaya.

Tak hanya itu, mahasiswa juga dibekali pengetahuan praktis tentang proses pengurusan izin edar produk Industri Rumah Tangga Pangan (SPP-IRT) melalui platform OSS-RBA. Pengetahuan ini sangat penting agar mahasiswa dapat menjadi pendamping yang efektif bagi pelaku UMKM lokal yang ingin mengembangkan usahanya secara legal dan aman.

Antusiasme peserta sangat terlihat. Mahasiswa tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif bertanya dan menyampaikan ide. Beberapa bahkan langsung menyusun rencana aksi untuk mensosialisasikan materi kepada siswa SMP dan SMA, serta masyarakat yang datang berbakti di rumah ibadah.

Kegiatan ini bukan sekadar sesi pelatihan biasa, tetapi juga momentum kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Edukasi yang diberikan diharapkan menjadi fondasi awal dari gerakan menuju masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya produk pangan dan obat yang aman, bermutu, dan terjamin izinnya.

Terima kasih kepada para mahasiswa KKN UGM atas semangat dan dedikasinya. Semoga langkah kecil di Nembrala ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Mari kita bangun Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera, dimulai dari pangan dan obat yang aman!

BBPOM di Kupang

Sarana