Kupang – Senin (11/11/2024), Aula Nembrala BPOM Kupang menjadi tempat berlangsungnya sosialisasi program BPOM Campus Wellness Entrepreneurship. Kegiatan ini dibuka oleh Yoseph Nahak Klau, Kepala Balai POM Kupang, yang menegaskan bahwa program ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat secara luas melalui hilirisasi hasil riset obat bahan alam di perguruan tinggi.
Dengan dihadiri oleh 21 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kupang, sosialisasi ini juga mengedukasi tentang pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk mencapai tujuan bersama. Yoseph memaparkan bahwa program ini telah dimulai sejak 2023, dengan proyek percontohan di Universitas Indonesia dan telah berhasil direplikasi di berbagai daerah. Targetnya adalah melibatkan 7 perguruan tinggi di Kupang yang memiliki jurusan farmasi dan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Balai POM Kupang.
Narasumber dari Universitas Nusa Cendana, Muhajirin Dean, berbagi pengetahuan mengenai hilirisasi hasil riset obat bahan alam. Ia menyoroti potensi tanaman faloak sebagai salah satu solusi dalam pengobatan tradisional di Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi produk yang aman dan berkualitas karena telah terdaftar di BPOM.
Diskusi aktif berlangsung antara peserta dan narasumber, dengan kesepakatan untuk menjalin komunikasi lebih intensif melalui grup WhatsApp. Diharapkan, hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam memajukan kualitas hidup masyarakat melalui hilirisasi berbasis riset.
Balai POM di Kupang