Obat merupakan produk farmasi yang penting bagi kesehatan manusia. Obat (produk terapetik) sangat pesat pertumbuhannya, baik jumlah maupun jenisnya. Produk terapetik tersebut mulai obat bebas, obat bebas terbatas, sampai golongan obat keras, termasuk psikotropik. Obat, utamanya Golongan Obat Bebas mudah ditemukan masyarakat di kota maupun di desa yang disalurkan melalui kios, toko obat, puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Seiring perkembangan teknologi, animo masyarakat untuk mengonsumsi produk yang berasal dari alam pun meningkat. Selain itu, produk kosmetika dengan iklan yang gencar, menyebabkan penggunaan kosmetik semakin marak di seluruh Indonesia, termasuk pelosok daerah.
Produk pangan dengan beragam jenis dan jumlah membuat masyarakat bebas memilih produk pangan. Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, mengingat pennyalahgunaan bahan berbahaya yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Bahan-bahan tersebut jika digunakan sesuai dengan fungsi yang sesungguhnya akan memberikan manfaat yang besar; sebaliknya, jika digunakan bukan pada tempatnya akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Mengingat​ pentingnya hal​ tersebut,​ Selasa, 17 Desember 2013, bertempat di Aula SMA Seminari St Rafael, dilakukan KIE dan Sosialisasi Obat dan Makanan kepada 100 siswa, guru, dan frater pembimbing. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah (Rm. Christoforus B. Taslulu, Pr, S.Fil) sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan BPOM, dan mereka merasa bangga karena Balai POM di Kupang mau mengunjungi sekolah seminari; kunjungan ini merupakan kunjungan perdana dari kementerian/lembaga dalam rangka KIE. Sebagai narasumber, Eli Rahmawati, S.Farm., Apt (menyampaikan materi "5 Kunci Keamanan Pangan”) dan Yovita Kewa, S.Si (menyampaikan materi “Obat Dengan Izin Edar/ODIE)”.
Dari kuisioner kepuasan pelanggan yang disebar, komunitas SMA Seminari berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang; mereka merasa informasi ini penting yang harus dibagikan ke lingkungan sekitar dan keluarga. Selain dididik menerima pelajaran umum, sebagai calon imam, para siswa juga dapat menyampaikan pesan-pesan keamanan pangan dan obat melalui kegiatan pastoral/rohani.
Selain KIE, dilakukan pula sampling dan pengujian dengan rapid test kit terhadap 4 bahan berbahaya (oleh Ivan Tamba, S.Si dan I Wayan Aristana,S.Farm., Apt). Sampling dilakukan dari dapur asrama SMA Seminari St Rafael. Dari 4 sampel yang diuji, menunjukkan hasil uji sampel bebas dari 4 bahan berbahaya. Sebagai closing statement, Gabriel Benu—Juara 5 dalam Lomba Penyuluhan Keamanan Pangan Tingkat SMA se-Kota Kupang yang diselenggarakan BPOM Kupang pada 16 November 2013—memberikan tips kepada teman-temannya untuk menerapkan 3M: Melihat, Memperhatikan, dan Melaksanakan; tekun dan bertahan dalam pengharapan menata moral bangsa; satu tindakan untuk masa depan (baca label sebelum membeli). Selamat berjuang calon imam, selamat menyongsong Natal.
Balai POM di Kupang