Swiss Contact-Wisata Labuan Bajo Gandeng Pos POM Ende Membina IRTP

19-02-2014 Kupang Dilihat 3418 kali

Swisscontact adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional yang didirikan oleh sektor swasta dan institusi pendidikan di Swiss pada tahun 1959 dan telah memiliki pengalaman selama lebih dari 35 tahun di Indonesia, termasuk di Flores. Swisscontact memiliki catatan kinerja yang kuat dalam kegiatan pembangunan ekonomi di Indonesia dengan fokus khusus pada program-program yang berkaitan dengan penyediaan jasa pengembangan usaha bagi usaha mikro, kecil dan menengah.

 

Swisscontact-wisata bergerak di bidang pariwisata. Untuk mempromosikan aneka wisata di Pulau Flores, LSM ini membentuk 2 (dua) kantor perwakilan, yaitu di Labuan Bajo untuk mempromosikan daerah wisata pada Pulau Flores bagian barat (Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada), sedangkan untuk wilayah timur Flores berpusat di Ende (Kabupaten Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata).

 

Dalam sambutannya, Ibu Vivi Andriani Pane (Program Officer of Community Development Swiss Contact Wisata Labuan Bajo) menyatakan bahwa LSM-nya bergerak di bidang pariwisata dan pada saat singgah di Pulau Flores para wisatawan mancanegara menghabiskan waktu selama 14 hari. Mereka tertarik dengan pemandangan dan keindahan alamnya Flores dan juga aneka kulinernya. Akan tetapi, mereka tidak bisa membawa makanan produk lokal sebagai buah tangan karena masih banyak yang belum memiliki nomor izin edar. “Berkaitan dengan itu maka kami berkonsultasi dengan Pos POM di Ende untuk mendapatkan legalitas produk IRTP tersebut dan hasilnya kita awali seperti sekarang ini yaitu dilaksanakannya PKP dalam rangka SPP-IRT” tegas beliau. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa LSM-nya tidak langsung menjual produk lokal tetapi kami hanya menghubungkan antara produk IRTP lokal dengan wisatawan.

 

Acara PKP dalam rangka SPP-IRT dilaksanakan di Hotel Edelweis, Bajawa, Kabupaten Ngada pada 17 Februari 2014 dan secara resmi dibuka oleh Ir. Jawa Antonius, MM (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Ngada) didampingi oleh Tamran Ismail, S.Si.,MP (Kepala Pos POM Ende). Dalam sambutannya, Bpk. Antonius berterima kasih kepada Swiss Contact Wisata Labuan Bajo yang telah membantu mempromosikan tempat wisata dan kuliner Flores bagian barat, khususnya Kabupaten Ngada ke wisatawan dan membantu IRTP untuk menjamin keamanan produk yang dihasilkan. Pemda Kabupaten Ngada mengharapkan agar promosi wisata tetap dilakukan sehingga wisatawan domestik maupun mancanegara bisa lebih banyak lagi yang berkunjung karena pesona keindahan alam Flores. Lebih lanjut, beliau menyatkan bahwa selain Taman Nasional Komodo  dan Taman Nasional Kelimutu, Flores masih punya pesona lain, yaitu Rumah Adat Bena dan Taman Laut di Riung Kabupaten Ngada, Taman Laut di Maumere, wisata religi di Flores Timur, dan perburuan ikan paus di Lembata.

 

Kegiatan PKP dilanjutkan dengan pretest kemudian materi disampaikan oleh Tamran Ismail, dan Marlinda P. Lamahala, S.Farm (Penyuluh Kab. Ngada), diakhiri dengan posttest. Hasil evaluasi terhadap kemampuan peserta meningkat dibuktikan dengan meningkatnya nilai posttest dibandingkan pretest, dan semua peserta dinyatakan lulus karena nilai terendah adalah 72 sedangkan tertinggi 92. Peserta sangat antusias dan berterima kasih karena mendapatkan pengetahuan yang sangat berharga untuk mendukung perekonomian keluarga. Acara diakhiri dengan foto bersama.

Sarana