Upaya sosialisasi keamanan PJAS (pangan jajanan anak sekolah) terus digencarkan oleh BPOM di Kupang. Kali ini, sosialisasi keamanan pangan akan dilaksanakan melalui kegiatan yang merangsang motivasi dan kreativitas siswa: Lomba Melukis Keamanan Pangan (tingkat SMP dan sederajat), Lomba Membuat Poster Keamanan Pangan (tingkat SMA dan sederajat), serta lomba Penyuluhan Keamanan Pangan (tingkat SMA dan sederajat).
Kegiatan tersebut direncanakan akan berlangsung pada 16 November 2013 di Aula Eltari, Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur dan diikuti oleh perwakilan siswa SMP-SMA sederajat se-Kota Kupang. Sebagai rangkaian kegiatan tersebut, pada 12 November 2013, diselenggarakan technical meeting di Aula BPOM Kupang. Kegiatan yang dihadiri oleh 70 guru pendamping perwakilan SMP-SMA se-Kota Kupang ini dibuka oleh Plh Kepala BPOM Kupang (Drs. Sem Lapik, Apt., MSc.Tech.). Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi pihak sekolah yang bersedia ambil bagian dalam kegiatan yang amat penting ini. Beliau juga mengharapkan dukungan dari komunitas sekolah dan stakeholder lainnya dalam pengawasan pangan, khususnya PJAS.
Selanjutnya, Ketua Panitia (Drs. Yoseph Nahak, M.Kes., Apt.) memberikan penjelasan seputar lomba kepada perwakilan sekolah yang hadir. Penjelasan berikutnya oleh para ketua dewan juri, Jacky Lau (Ketua Juri Lomba Melukis Keamanan Pangan), MKP Abdi Keraf, S.Psi., M.Si., Psi. (Ketua Juri Lomba Penyuluhan Keamanan Pangan), dan Yohanes K . N. Liliweni, S.Sn., M.Sn. (Ketua Juri Lomba Membuat Poster Keamanan Pangan) tentang teknis lomba kepada para guru pendamping yang hadir. Perwakilan sekolah yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan berkesinambungan pada waktu-waktu mendatang. Harapan dari Balai POM di Kupang agar anak-anak, orang tua, guru, dan para juri bersama-sama membantu menciptakan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Pembelajaran dengan beberapa cara ini akan membantu anak-anak berkreasi, dan hasil kreasi digunakan sebagai bahan promosi dari anak sekolah untuk anak sekolah. Adapun peserta penyuluhan pangan dapat menjadi agen di masing-masing sekolah baik setingkat SMP dan SMA. Perubahan budaya anak dalam pemilihan PJAS adalah suatu tujuan bersama untuk menyiapkan generasi muda NTT yang berkualitas.
Balai POM di Kupang