Wairasa - Jumat (5/4/2024), bertempat di GKS Jemaat Anamanu, Wairasa, Kabupaten Sumba Tengah dilakukan KIE obat dan makanan bersama tokoh masyarakat, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang dihadiri 250 orang peserta ibu rumah tangga, pelajar/mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha dan kelompok masyarakat lainnya.
Dalam pembukaan, Melki menyampaikan ”Terima kasih kepada BPOM Kupang dan Loka POM Sumba Timur yang sudah menyelenggarakan kegiatan sore hari ini. Balai POM Kupang dan Loka POM ini ”ganas” kepada pelaku usaha ”nakal” yang tidak sesuai dengan peraturan. Jika ditemukan, maka akan diproses sesuai dengan ketentuan. Selain itu, mereka juga mendorong UMKM untuk mendapatkan izin edar, sehingga makanan yang diproduksi aman untuk di konsumsi”
Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi Keamanan Pangan oleh Kepala Loka POM Sumba Timur, Bernardus Beda Moron. ”Ingat ada 3 bahaya pada pangan, ada kimia, biologi dan mikrobiologi, oleh karena itu bapa mama pastikan dalam menyiapkan dan mengkonsumsi makanan pastikan bebas dari bahaya tersebut”. Selanjutnya peserta diajak untuk mewaspadai peredaran produk kedaluwarsa oleh PFM Ahli Madya, Etni Banunu. ”Bapa mama yang hadir hari ini ada 250 orang, kalau mau beli makanan di kios perhatikan, apakah kemasan masih bagus, labelnya lengkap , terbaca jelas, izin edar juga harus ada. Izin edar ini sangat penting untuk menjamin keamanan, mutu dan manfaat/khasiatnya. Terakhir, perhatikan kedaluwarsanya. Untuk pemilik kios, jangan asal terima produk tanpa label. Karena bapa mama nantinya akan bertanggungjawab makanan yang dijual di kios”
Sebagai penutup, peserta diajak untuk follow media sosial BPOM Kupang, agar mengetahui kinerja atau pun informasi yang diberikan kepada masyarakat.
Balai POM di Kupang